Kamis, 10 Januari 2013

Manajemen Periklanan



Suatu system yang terdiri dari berbagai organisasi / lembaga yang saling berinteraksi  dalam menjalankan peran yang saling berbeda demi mewujudkan  sebuah iklan atau proses periklanan. Adapun yang saling berkait tersebut adalah;
1.Pengiklan,
2.Biro iklan,
3.Perusahaan Media,
4. Lembaga Riset Pemasaran. Setidaknya ada empat komponen yang saling berinteraksi.
1.pengiklan/pemasang iklan
Pengiklan adalah inti dari system manajemen periklanan, analisa pasar, perencanan pengendalian, dan aktivitas pengambilan keputusan pada system ini, yakni pada pengiklan.
PENGIKLAN perlu memperhatikan identitas perusahaan, strategi pemasaran, serta produk apa andalan perusahaan itu. Atas dasar itulah maka strategi periklanan diharapkan dapat mendukung program pemasaran tanpa menghilangkan kesan konsumen terhadap (kepribadian perusahaan) / Karakter perusahaan
2.Biro iklan
Biro Iklan, dan jasa riset diharapkan membantu pengiklan dalam menganalisa peluang pasar, mengembangkan kreasi, mendesain iklan, serta pembelian media. Pasar atau konsumen yang dijangkau pengiklan melalui pesan iklan dapat  dipandang sebagai lembaga external, atau lembaga kontrol dalam kampanye suatu iklan yang sedang berjalan.
Konsep pasar dan konsumen sering kali digunakan untuk membedakan konsumen individual ataukah konsumen lembaga, atau konsumen kelompok yang menjadi sasaran pengiklan didalam mempersiapkan suatu “ Pesan “ yang harus dibawakan oleh IKLAN. Pesan mungkin  itu sampai pada khalayak atau tidak. Hal ini  perlu adanya penelitian lanjutan.
Perilaku konsumen, itu berbeda beda ini yang harus dipelajari lebih lanjut, apakah patut diperhitungkan atau  tidak, mampu atau tidak, ataukah konsumen itu menentukan sikap atau tidak. Konsumen dalam arti luas adalah sasaran bagi kampanye iklan dengan menggunakan media. Sehingga dalam hal ini biro Iklan perlu membuat copy iklan,dan riset pemasaran dalam menjalankan fungsinya untuk mengetahui bagaimana pasar yang sedang berjalan
Bagaimana tanggapan pasar terhadap barang /jasa yang diiklankan, sehingga dalam hal ini akan memahami  perilaku konsumen baik secara psikologis, sosiologis, maupun ekonomis adalah merupakan hal yang sangat penting dan wajar dalam memahami Manajemen Periklanan.
Peran Biro iklan adalah sangat urgent dalam mempertemukan pengiklan dengan media. Peran ini misalnya ditampakkan dalam pembelian waktu atau ruang dalam media.
PERAN BIRO IKLAN.
  1. What (positionining ) apa yang ditawarkan produk yang diiklankan.
  2. Who (segmen konsumen) siapa yang cocok dijadikan sasaran pasar dilihat dari segi demografis dan psikologis.
  3. How ( Kreatif ) bagaimana cara membujuk calon pembeli. Bagaimana  agar pesan itu menarik.
  4. Where ( media dan kegiatan) dimana saja daerah pasar yang digarap  serta menggunakan media apa saja ?
  5. When ( penjadwalan) kapan kegiatan tersebut dilaksanakan dan akan memerlukan waktu berapa?
  6. How Much (anggaran) seberapa mahal anggaran yang dikembangkan agar iklan ini efektif
3.Perusahaan Media
Dalam perusahaan media ini kita kenal dengan beberapa media lini bawah serta media lini atas. Media lini atas antara lain TV, Radio, Online.
Media lini bawah, Surat kabar, Majalah, Spanduk, Benner, Baliho, Selebaran, Leafleet, Surat langsung, 1 sheet, 24 sheet. Yang kesemuanya itu disebut sebagai media promosi.
4.Perusahaan jasa Riset.
Dalam kegiatan promosi yang jadi muaranya adalah  terdongkraknya nilai penjualan. Dalam hal ini apakah dengan promosi yang sudah jelas mengeluarkan banyak financial yang jelas mengurangi keuntungan apakah benar sudah mampu meningkatkan volume penjualan ?
Untuk menjawab hal itu maka diperlukan kegiatan untuk pengamatan atau penelitian. Karena tanpa adanya penelitian lanjutan. BEAYA  promosi  yang besar  akan   mubasir ?
Manfaat  jasa riset,  penting untuk memetakan kearah mana iklan, dari sisi pengiklan, juga  yang  dari sisi kreatif, riset dari sisi penjualan, riset dari sisi  pemahaman khalayak  pesan iklan yang di kampanyekan, sampai tidak ke benak khalayak.
STRATEGI KREATIF
Strategi kreatif ini perlu dikembangkan oleh sebuah lembaga Iklan atau biro adv. Ada kalanya kreatif ini merupakan lembaga  tersendiri yang berdiri menerima order dari pengiklan atau biro iklan.   Meskipun demikian, jika iklan terlalu kreatif  tidak disukai bagi orang bisnis pemasaran di Amerika.  Karena menurut pengalaman mereka bisa jadi  dengan terlalu kreatifnya suatu pesan iklan justru akan mengaburkan tujuan iklan itu sendiri. Yang diingat bukan pesan komunikasinya, akan tetapi pesan yang terlalu kreatif tadi.  Sehingga dari hasil survai pada konsumen tercatat dalam ingatan mereka adalah bukan pesan iklan itu akan tetapi malahan kreatifitas pesan itu, dan kelucuan yang mereka buat sebagai penguat pesan.
Strategi kreatif adalah merupakan suatu istilah  yang memiliki beberapa arti sangat tergantung dari mana dan siapa yang melihatnya.  Akan tetapi dari segi manapun ia dilihat sebaiknya tidak terlepas dari strategi pemasaran secara keseluruhan.
Perumusan strategi kreatif
1)      Tahap pertama, mengumpulkan dan mempersiapkan informasi pemasaran yang tepat. Bagaimana tentang produk/jasa yang akan di iklankan, bagaimana sasarannya. Bagaimana pula kompetitornya.
2)      Tahap kedua, kemudian menetapkan suatu platform /posisi, dalam penjualan serta menentukan tujuan iklan yang akan dihasilkan, dalam tujuan kedua ini bagaimana orang kreatif menetapkan cara iklan yang paling efektif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar